I feel it..

Tuhan, saat ini aku datang padaMu, dan menghadap padaMu. Ketika aku datang, dan mencari Engkau sehingga begitu banyaknya pertanyaan yang ingin ku tanyakan dan ingin ku dapat jawaban. Apa manfaatnya doa bagiku?

Pertanyaan manfaat doa adalah bagaimana aku tahu bahwa doa itu memberi arti dalam hidupku atau memberi kegunaan dalam hidupku? Mungkin aku terlalu banyak bertanya dan terlalu banyak mempertanyakan segala sesuatu. Atau aku mungkin salah bertanya, sehingga itu merusak hidupku. Kadang seorang pria yg dewasa harus bersikap seperti anak kecil, yg menerima semuanya dgn kepolosan dan tanpa bertanya. Mungkin itu yang Engkau mau, mungkin itu maksudMu.

 

Ketika Engkau mau aku berlaku seperti anak kecil, maka Engkau menjadi tiran. Krn seorang tiran ingin semua yg dibawah dia tidak mempertanyakan apa maksud dia memimpin dgn benar atau salah. Apakah Engkau seorang tiran? Seorang Tiran yg melakukan pembodohan terhadap umatnya?

Doa adalah keparsahan kepada Sang Khalik. Ketika aku berdoa dan tidak seperti anak kecil, maka tiada artinya aku berdoa. Mengapa aku tak boleh bertanya atau aku tidak boleh mempertanyakan apa doa itu bermanfaat? Bukan karena tiran atau tidak, bukan karena bodoh atau tidak, atau bukan krn seperti anak kecil itu adalah sesuatu yg hina atau tidak. Tapi, Engkau tahu bahwa aku – manusia – bagaimanapun berusahanya untuk mendapat jawaban adalah usaha menjaring angin.

Jikalau pertanyaan doa adalah usaha menjaring angin, maka aku tdk usaha bertanya dan menerima apa adanya dgn serta merta? Ketika aku menerima apa adanya dengan serta merta, maka aku adalah seorang yg tidak menggunakan akal sehatku, alias bodoh. Sedangkan Engkau menghendaki aku berhikmat dan cerdik dalam dunia ini, maka bodoh dan tak waspada adalah hal yg tak mungkin kulakukan.

Mungkin satu yg kudapat dari gunanya berdoa, mungkin aku salah dan mungkin aku benar. Bahwanya aku berdoa atas segala pertanyaan yg tak mampu ku jawab dan tak kuasa aku mengerti, serta membawanya kepada Engkau Sang Bijaksana. Sehingga hatiku merasa tenteram dan damai, karena aku menceritakan kepada seseorang yg mampu menjawab, bahkan lebih daripada itu Yang Maha Perduli-kan setiap isu di dalam hidupku.

…And if by prayer
Incessant I could hope to change the will
Of Him who all things can, I would not cease
To weary him with my assiduous cries
John Milton

-XS906-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: