Mat 6:2-4

Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.

Bible oh bible, how I love you hahaha entah kenapa dibaca berulang-ulang dan berulang-ulang tetep aja menemukan hal2 baru untuk gua renungin *yeah nggak sampe ngulang2 gimana juga seh haha*

Kali ini hal memberi sedekah, mungkin gua sebagai orang awam akan nganggep sedekah, sebagai persembahan di kantong kolekte ato bisa juga pemberian2 lain buat orang lain yang dianggap membutuhkan.

 

Apa yang ditulis dalam Injil yang gua kutib di atas itu membuat gua ingin merenungkan, betapa sering kita ngelakuin hal itu, memberi sumbangan dalam acara2 gereja misalnya, lalu mengharapkan nama kita terpajang di lembar terima kasih, atau papan pengumunan. Sebagai tanda “nih liat, gue nyumbang loh” haha. Okay, niatannya mungkin nggak sejelek itu, anggeplah kita bener2 tulus nyumbang sesuatu, tetap terbesit “kebanggaan” dalam diri kita dimana kita merasa “wuih gua nyumbang”

Yeah bisa jadi nama kita nggak nggak terpampang di papan pengumuman tanda terima kasih, atau di lembaran warta gereja bertuliskan terima kasih. Tapi terkadang hasrat untuk membuat orang “tahu” bahwa kita telah memberi sesuatu itu tetap ada. Gua mencoba gak munafik disini, yah gua seperti itu juga. Merasa “males” sama orang2 yang suka majang namanya karena uda “ngasih sesuatu”, tapi sekaligus, walau gua nggak mau nama gua dipajang, tetep ada “kesombongan” dalam diri gua. Istilahnya “merendahkan diri di atas gunung batu”

Pada saat gua membaca firman Tuhan ini, membuat gua sadar apa artinya berdiam diri, merendahkan diri, “menjadi seseorang yang bukan seseorang”. Menjadi berarti di mata Tuhan, tanpa ada yang tahu & melihat atau menganggap kita “seseorang”

Advertisements

One thought on “Mat 6:2-4

  1. Adi N says:

    Nice Blog
    Please visit me back

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: