“Better Life”, would it be better?

Kemaren gua lagi ngobrol2 sama nyokap, awalnya soal beberapa masalah keluarga. Lama2 lari2nya ke agama. Nyokap ngomongin soal kekristenan, dimana beberapa temen ‘n tante gue pindah ke kristen. Trus dia ngomong soal beberapa orang yang pindah itu, hidupnya bukan tambah baik tapi tambah banyak masalah.

Contoh: si tante A, dia pindah lalu disusul masalah berurutan, pertama anaknya yang kedua tiba2 jadi strees nggak tau kenapa, suka marah2 sendiri, ngomong sendiri, nangis2 sendiri (Kalo gue yg diceritain kayak gini sih, pasti gua berasumsi klo nih anak lagi patah hati or punya masalah keuangan, or else). Gua nggak ngerti sih kenapa sampe dibilang nih anak kayak agak2 “terganggu jiwanya”. Kasus kedua, anaknya yang ke5 & anak pertama kena sakit DB, dan setelah sakit DB anak pertama pun di”vonis” gangguan jiwa sama nyokapnya, karena sering ngomong sendiri, bengong2 & bertingkah aneh. Sebenernya gua punya 2 asumsi, antara si anak2 yang bener2 bermasalah atau si nyokap yang kelewat kawatir sama anak2nya. Lalu ada juga si tante B yang setelah pindah malah bangkrut usahanya. Lalu ada lagi Paman C, mengalami hal yang sama, bangkrut.

Kadang bikin gua jadi berfikir, memang kekristenan nggak menjanjikan “kekayaaan” & “kesenangan” dalam dunia. Well, ada orang2 yang mendapatkan & ada orang yang nggak mendapatkan. Namun terkadang konsep orang berfikir kalo “everything will be better if you follow Jesus”, yes it will better, tapi tergantung pola pikir yang dikepala. “Better” bagi gua & orang lain belom tentu sama. Mungkin bagi gua, “better” karena gua tau apa yang gua jalanin, kepada siapa gua hidup. Tapi “not better” buat beberapa orang saat ngeliat gua nggak hidup berkelimpahan.

So, apa yang kita tawarkan “when we follow Jesus”? Beberapa orang menawarkan “better life”, but itu juga yang bikin mereka kecewa & orang2 sekitarnya mempertanyakan saat kehidupan mereka ternyata tidak lebih baik. Yeah, akan lebih mudah kalau menjelaskan hal ini kepada orang2 yang mengerti, tapi bagaimana dengan orang2 yang tidak mengerti & skeptis dengan kekristenan? Kesaksian apa yang seharusnya kita tunjukan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: