Case by Case

Beberapa kasus yang gua temuin akhir2 ini, di save di sini cuma biar gue inget aja

Case I:

Ada seorang cewe A, dia tinggal sendirian sama sepupunya & pembantunya (ortunya cerai, nyokapnya di US kerja, bokapnya merit lagi). Dulu keluarga tantenya tinggal sama dia, tapi sekarang uda pindah.

Tiba2 belakangan ini ada debt-collector (tukang tagih penunggak Kartu Kredit) dateng ke rumah dia. Ternyata anak tantenya dulu pake kartu kredit & alamatnya pake alamat rumah dia. Jadi debt-collectornya uda pake kata2 kasar & ngakutin sampe si A suka nangis2, datengin mulu tiap hari nyariin anak tuh tante.

si A sendiri ga tau anak tante itu sekarang ada dimana, dia juga ga bisa ngasih alamat tantenya, karena dia ngerasa nggak mau nyerahin tantenya yg juga ga tau apa2.

Jadi sekarang si A ketakutan sampe dia harus matiin semua lampu all day, & ngumpet2 kemana2 karena debt-collectornya hampir setiap hari tongkrongin rumahnya.

Apa yang sebaiknya A lakuin sekarang?

Case II:

Si B, seorang cowo dan punya adik sebut aja si Y. Entah setan apa yang dateng ke otak adiknya, sekarnag adiknya jadi cewe simpenan seorang Om, yang usianya uda 50+. Awalnya si Y, cuma manfaatin si Om, karena dia bisa dapetin semua yang dia mau dengan duit si Om, bahkan Merci keluaran terbaru bisa dalam 2 hari dateng ke rumahnya & langsung jadi milik Y.

Awalnya si B pasti nggak suka dengan apa yang dilakuin si Y, cuma si Y uda minggat dari rumah dan tinggal dalam sangkar emasnya di Kemang, rumahnya gede dan ga kebeli pake duit gue yang cuma 1000-2000 rupiah. Jadi si B cuma bisa pasrah & berusaha nerima apa yang dilakuin si Y, karena takut berakibat fatal lagi.

Sekarang2 ini si Y uda mau masa kadarluarsa, alias si Om uda mulai kasar dan si Y jadi korban KDRT. Mereka sering berantem, bahkan si Y sempet bikin panik nyokapnya dengan mau loncat dari lt.3 rumahnya. Kegilaan yang dilakuin si Om makin menjadi. Si Y pernah disuruh nyemplung di Ancol dan ngelucutin semua pakaiannya & keluar dengan (maaf) telanjang, si Y juga disuruh botakin rambutnya karena menurut si Om si Y adalah cewe kotor jadi perlu ritual (gila) pembersihan diri.

Masalahnya sekarang si Y yang dulunya cewe licik & niat mainin si Om, uda kemakan perasaannya sendiri & jadi suka sama si Om. Dan si Y nggak sadar dia uda masuk masa kadarluarsa, & tinggal nunggu di depak keluar dari sangkar emasnya di Kemang oleh si Om.

Apa yang harus dilakukan B?

Case III:

Ada anak cowo usia 20an, sebut aja P. Si P punya latar belakang keluarga yang nggak begitu baik secara psikologis. Jadi si P bertumbuh jadi remaja yang self-esteemnya buruk, dia bukan seorang yang PD, seorang yang introvert & minder. Karena pengaruh depresi dia bisa melakukan hal aneh buat gue, yaitu mengores tangannya dengan cutter sampai berdarah.

P uda berusaha melakukan hal2 yang dia anggap perlu supaya dia bisa menghindari prilakunya itu, dengan membuang semua cutter dan alat tajam di rumahnya, ikut seminar pengembangan diri & motivasi. Tapi tetep aja, menurut pengakuan dia, P uda seperti kecanduan. Kalau lagi stress dia suka membeset tangannya itu sampe berdarah dan kemudian baru menyesal. Bekas2 goresan itu masih ada, & P akhirnya sering mengunakan baju berlengan panjang untuk menutupi bekas goresannya itu.

Terus terang masalah ini sama sekali buntu buat gue, gua ga tau gimana caranya supaya dia bisa lepas dari kecanduan ini, karena gua uda berusaha kasih optional yg menurut gua mungkin bisa membantu, tapi sepertinya dia uda berusaha melakukan semuanya itu.

Apa yang sebaiknya dilakukan P, supaya dia nggak melakukan hal itu lagi?

Case IV:

Seorang suami, panggil dia S. Uda beristri & selama ini nggak mengalami masalah rumah tangga yang berat. Jadi secara global keluarganya baik2 saja. Tapi belakangan dia ketemu sama mantan pacarnya waktu kuliah. Mantan pacar sama si S in rupanya punya story yang cukup dalam. Mereka nggak bisa sama2 karena nyokap mantannya itu sama sekali nggak setuju anaknya sama si S. Menurut cerita S, memang cukup dalam penderitaannya sama cewe itu, jadi cerita itu masih berbekas sampe akhirnya dia ketemu lagi sama mantannya, rupanya mantannya juga uda menikah.

Dari sekedar sapa, dan chit chat lewat YM, lama2 hubungan keduanya jadi dekat. Nampaknya si mantan mulai suka mengungkit2 cerita masa lalu & merasa kalau adalah suatu kesalahan mereka nggak sampe menikah waktu itu. Singkat cerita si mantan mulai terobsesi lagi sama si S. Dan si S pun sedikit terbuai, cuma masih sadar & bisa gue tegor. Hanya, cerita lama mereka sangat kuat melekat, & gua kuatir ini lama2 bisa masuk ke perselingkuhan yang lebih serius kalo dilanjutin.

Apa yang harus S lakuin?

Case V:

Seorang gadis G, menyadari kalau dia selalu mempunyai masalah dengan emosinya. Saat kondisinya lagi nggak mengenakkan dia suka melontarkan pertanyaan2 basic seputar dirinya. Contoh: “Menurut elu gua gimana?”, “Gua jeleknya dimana?”, “Gua A ga sih, atau gue B?”, dll. Pertanyaan2 itu diajukan ke temen2 deketnya, bukan hanya 1-2 kali, tapi seringkali, seperti ada ritme atau masanya. Menurut gua ini kondisi dia, dimana dia butuh pengakuan & penghargaan akan dirinya.

Tapi, permasalahannya dia seringkali memuaskan emosinya jika pertanyaan2nya tersebut tidak bisa memuaskan peghargaan dirinya, dengan mengata2i temennya, menghina temennya, menjelekan temennya, menyindir temennya, dan perkataan2 lainnya supaya temennya itu terpojok. Dia sendiri menyadari kelemahannya ini, bahkan dia bisa mendeskripsikan dengan baik apa yang sebenernya dia alami dan dia tau apa yang baik atau nggak baik dia lakukan. Hanya kalau emosinya sedang naik, sepertinya semua teori2 yang dia tau itu ilang seketika dan dia kembali melakukannya.

Apa yang harus dilakukan G?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: