Misteri Insecurity Wanita

Awal dari sumber dari masalah insecurity pada wanita adalah pada kelemahan fisiknya. Hal ini berhubungan dengan kebutuhan untuk bertahan hidup yang terbentuk selama ribuan bahkan jutaan tahun. Jaman dahulu karena kelemahan fisik wanita tidak dapat hidup sendirian dan bertahan, sekalipun wanita berkelompok bersama tetap keamanan itu tidak didapatkan.

Sekelompok pria dapat berdiri sendiri dan bertahan hidup, mereka mampu melindungi diri mereka sendiri dari serangan binatang buas ataupun serangan dari kelompok lain, namun tidak demikian dengan wanita. Wanita pada jaman dahulu membutuhkan pria untuk melindungi dirinya, membutuhkan sekelompok pria untuk melindungi kelompoknya. Ini hal yang alami, terbentuk jutaan tahun lamanya dan kebutuhan akan rasa aman melekat dalam darah setiap wanita.

Bahkan era setelahnya pun tetap membentuk wanita menjadi mahluk yang insecure. Wanita tidak dipandang derajatnya, wanita diperlakukan hanya seperti pelengkap bagi pria, dan wanita harus tunduk pada otoritas penuh pria. Wanita pada masa itu dipaksa dengan keras untuk menerima kodratnya, menerima kalau diri mereka mahluk nomor 2 setelah pria, menerima jika dirinya rela dikoleksi oleh pria. Tidak demikian yang terjadi dengan pria bukan?

Dari sinilah juga terbentuk sifat kompetitif wanita, wanita bersaing dengan wanita lainnya untuk bertahan hidup, untuk mempertahankan eksistensi, untuk menjadi berharga di mata pria. Ini proses ribuan tahun.

Wanita butuh rasa aman, karena itu insecurity menjadi pokok masalah bagi setiap wanita sampai masa sekarang. Wanita jaman sekarang mencari pria mampan, mencari pria yang dewasa, mencari sosok yang melindungi dst semuanya untuk mencukupi rasa aman mereka, untuk bertahan hidup di era modern. Atau, wanita kemudian memposisikan dirinya mengantikan peran pria, mereka mencukupkan finasial mereka sendiri, mereka membentuk diri mereka menjadi pemimpin, mereka melakukan apapun bagai super-woman untuk mendapatkan keamanan.

Wanita yang semakin insecure otomatis akan mengisolasikan dirinya dari apapun yang akan mengganggu rasa aman dalam dirinya, termasuk tidak percaya dengan pria, bersikap tertutup dan dingin.

Setiap wanita insecure, tidak dapat disalahkan, tetapi juga tidak bisa dimaklumi pada tingkat tertentu. Insecurity dapat menghambat wanita menjadi wanita yang seharusnya, karena wanita yang insecure akan membatasi dirinya untuk orang-orang disekitarnya.

Setiap wanita memiliki penilaian akan diri mereka sendiri. Citra mereka sendiri dan seringkali pencitraan ini tidak sebanding dengan stabilitas emosional mereka. Wanita memupuk citra diri mereka begitu tinggi untuk menutupi rasa minder dalam diri mereka sendiri. Wanita yang terlalu percaya diri dengan wanita yang sangat tidak percaya diri, mereka sama-sama memiliki tingkat insecurity yang tinggi, hanya berbeda pada penilaian citra diri.

Berapa banyak pria yang menemukan wanita yang awalnya manis dan menyenangkan kemudian berubah jadi monster yang menyebalkan? Sangat banyak.

Pria, sangatlah tidak mungkin apabila Anda mengharapkan wanita yang memiliki rasa aman yang stabil. Karena rasa aman adalah kondisi, namun wanita yang mampu menjaga stabilitas emosionalnya adalah wanita yang mampu menjaga security dalam dirinya.

Wanita yang sangat percaya diri, rasa aman yang dimilikinya pun bisa hilang, jika kebutuhan akan rasa aman itu kemudian tidak terpenuhi. Bagaimanapun masalah insecurity pada sebuah hubungan selalu melibatkan dua belah pihak. Jangan salahkan wanita sepenuhnya jika kemudian kepercayaan dirinya hilang.

Bayangkan seorang wanita dengan rasa aman yang tinggi, kemudian menjalin hubungan dengan seorang pria yang tidak dapat menjaga rasa amannya. Rasa aman yang sudah terbentuk dapat hilang dan jika tidak diatasi tentunya akan sulit nantinya untuk dibangun lagi dari awal.

Wanita, bagaimana Anda menjaga kepercayaan diri Anda dan tingkat rasa aman Anda? Kenali level security kamu, dan jangan IJINKAN diri kamu insecure. Mengapa saya mengatakan demikian? Karena umumnya wanita tidak sadar jika dirinya terjebak dalam situasi dimana rasa amannya bisa terkuras, pada akhirnya wanita itu sendiri yang MENGIJINKAN dirinya untuk insecure.

Jika kamu membiarkan situasi yang menguras rasa aman kamu artinya kamu tidak menghargai diri kamu sendiri dan semua yang telah kamu bangun. Jangan mengijinkan diri kamu insecure itu artinya kamu harus memproteksi rasa aman kamu dengan emosi yang stabil. Kamu harus mengontrol apa yang seharusnya terjadi dalam diri kamu. Dan kamupun dapat turut andil dalam apa yang pasangan kamu lakukan terhadap kamu.

Banyak wanita tidak mampu mengenali rasa tidak nyaman dalam dirinya, bahkan terkadang sama sekali tidak tahu apa yang mereka butuhkan. Pada akhirnya wanita menjadi wanita yang plin plan dan tidak jelas apa maunya. Latihlah diri Anda untuk mengenali emosi Anda sendiri.

Selama dalam masa relationship kamu memiliki partner untuk berbagi, mengatakan kepada pasangan Anda apa yang menyebabkan diri kamu insecure tentunya dapat membantu mengembalikan rasa aman dalam diri kamu.

Tapi, catat ini, kamu tidak bisa menggantungkan diri kamu pada orang lain. Prosentase besar yang dapat mempengaruhi rasa aman dalam diri kamu adalah KAMU sendiri, bukan orang lain ataupun pasangan Anda. Pasangan Anda dapat menolong Anda, tapi tidak berguna jika Anda tidak mau menolong diri Anda sendiri terlebih dahulu.

Keluarlah dari relationship yang terus menerus menguras security kamu. Karena tidak ada gunanya kamu bertahan! Terus bersama dengan pasangan yang tidak menghargai diri kamu hanya akan merusak dirimu sendiri. Safe yourself first!

Hanya sebuah goresan,
LieL

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: