Wanita & Cinderella

Wanita, hidup dari mimpi-mimpi, sadar tidak sadar sudah dari sejak kecil otak wanita dipenuhi dongeng. Putri yang bertemu pangeran tampan, putri yang butuh diselamatkan, putri yang tidak punya apa-apa kemudian terpilih, yah.. kita hidup dalam mimpi-mimpi demikian.

Semakin dewasa, mimpi-mimpi ini tidak pupus. Banyak wanita yang masih hidup dalam idealisme mimpi-mimpinya. Bertemu pangeran tampan. Seringkali mimpi-mimpi ini kemudian menjadikan diri mereka memiliki nilai yang salah dalam diri mereka sendiri. Mereka berdelusi kalau mereka adalah putri raja, yang hanya layak untuk seseorang yang “bernilai” lebih.

Berapa banyak wanita yang akhirnya tetap sendiri karena menunggu sang pangeran tidak muncul-muncul dalam hidupnya? Berapa banyak wanita yang tidak puas akan pasangannya karena pasangannya tidak sesuai dengan idealismenya? Berapa banyak wanita yang seringkali kecewa karena pasangannya tidak memberikan apa yang dia inginkan? BANYAK!

Kemudian dengan rasa frustasi akan pasangan dalam mimpinya wanita mulai bersikap menyebalkan, terlalu jual mahal, terlalu banyak menuntut, terlalu ingin diperhatikan lebih, dan sebagainya. Memusatkan perhatiannya pada dirinya sendiri.

Dan ini adalah sisa-sisa pengaruh dari Cinderella Syndrome. Menyedihkan!

Mereka hidup dalam banyak list pria sempurna, ketika ada pria mendekat yang ditanyakan (maupun dipertanyakan dalam hatinya sendiri) adalah hal-hal yang berhubungan dengan list tersebut; Apa perkerjaannya, apa kendaraannya, sekeren apa dia, bagaimana keluarganya, dsb. Tanpa berminat untuk mengenal pribadi pria tersebut lebih lanjut. Ini sangat menyebalkan bagi pria! Tidak ada pria yang mau disukai karena attributnya.

Begitu bertemu dengan pria keren, wanita biasanya mulai berdelusi kalau pria tersebut adalah sang Pangeran Tampan yang dia nantikan selama ini, pria yang terlihat begitu sempurna, pria yang punya segalanya apa yang dia inginkan. Apakah benar begitu? Tidak. Pria tetap pria, seperti ada pepatah mengatakan “boys will be boys”. Itulah mengapa akhirnya wanita tidak bahagia dengan hubungannya, karena mimpi-mimpi yang SALAH.

Wanita lupa atau bahkan tidak sadar, kalau pria berkualitas hanya akan memilih wanita berkualitas untuk mendampinginya, bukan wanita yang terlalu banyak menuntut dan kekanak-kanakkan. Survey bahkan membuktikan pria akan memilih wanita dengan tingkat intelegensia yang sama atau sepadan.

Wanita yang manja dan kekanakan memang menarik bagi pria, karena pria tidak terbiasa hidup dengan mengekspresikan dirinya. Karena itu wanita-wanita yang atraktif akan menarik mata mereka. Tetapi jangan salah paham, wanita atraktif bukan wanita yang kekanakan, ini hal yang berbeda. Pria dapat tertarik dengan wanita yang kekanakkan, tapi kemudian akan sebal sendiri dengan kelakuan sang wanita, dan berakhir dengan perpisahan.

Merubah diri Anda adalah sebuah proses panjang, melepaskan mimpi semu wanita memang tidak mudah, banyak saya melihat wanita-wanita yang merasa dirinya stabil dan dewasa namun itu hanyalah kamuflase, karena dia sebenarnya tidak sepenuhnya berubah.

Jadikan diri Anda wanita yang utuh. Wanita yang utuh adalah wanita yang penuh, dirinya penuh dengan nilai-nilai kedewasaan, dirinya penuh dengan rasa sayang kepada dirinya sendiri, dirinya penuh dengan cita-cita yang realistis. Sehingga Anda tidak menjadi wanita yang menuntut untuk diisi, tapi menjadi wanita yang siap untuk memberi.

Bagaimana melepaskan diri dari Cinderella Syndrome?

1. Sadari kalau Pangeran Tampan dalam otakmu itu tidak ada.

Setiap manusia tidak ada yang sempurna, percuma mencari kesempurnaan dari seorang pria untuk melengkapi dirimu, karena tidak pernah ADA! Bukan berarti dirimu menjadi wanita yang pesimis akan hidup ini, tapi sadarilah kalau mimpi memang cuma mimpi. Something that too good to be true, it simply can’t be true.

2. Realistis

Lihat dirimu, lihat nilai apa yang baik yang bisa kau berikan kepada orang-orang disekelilingmu. Sadari kekuranganmu, terima kalau kamu punya kekurangan dan perbaiki apa yang dapat di perbaiki. Memaklumi kekurangan hanya akan menghambat dirimu menjadi seseorang yang lebih baik.

3. Stabilkan Sensitivitasmu

Menjadi sensitive adalah nature wanita, wanita adalah mahluk yang peka, wanita memiliki hati yang lemah lembut, tapi terkadang semuanya ini tidak dikendalikan dengan benar. Banyak wanita tidak mampu mengendalikan sensitivitas dirinya, akibatnya dia menjadi wanita yang menyebalkan, suka mengeluh, emosional, dan berkepribadian tidak menyenangkan. Tidak ada yang lebih diinginkan oleh pria berkualitas, mereka ingin pasangan yang stabil. Dengan sensitivitas yang tidak stabil Anda akan terus bermimpi dan selalu merasa kurang dengan pria manapun.

4. Pusatkan perhatianmu pada orang lain

Salah satu penyebab Cinderella Syndrome adalah karena wanita terlalu memusatkan perhatiannya pada dirinya sendiri. Contohnya kalau curhat yang dicurhatkan adalah mengenai dirinya, kalau berfikir mengedepankan asumsi pribadi daripada melihat fakta yang ada, merasa pendapat dan pandangannya yang paling benar, tidak mau mendengarkan dan tidak perduli akan orang lain.

Contoh lainnya yang banyak terjadi adalah wanita pada saat PDKT sibuk menceritakan mengenai dirinya, tidak bertanya balik ataupun tertarik dengan kehidupan pria yang di-PDKT. Kenapa? Karena si wanita MERASA sudah tahu, wanita BERDELUSI kalau dirinya sudah mengenal si pria, wanita sudah GR duluan dan merasa pria ini adalah pria idamannya. Akibatnya wanita tidak sepenuhnya mengenal sang pria, pada saat hubungannya berlanjut wanita kemudian kecewa karena sang pria tidak seperti yang diharapkan.

Belajar mendengar dan memusatkan perhatian pada orang lain. Wanita yang sibuk dengan dirinya sendiri hanyalah wanita yang kurang perhatian dan mencari nilai dari perhatian orang lain. Singkirkanlah dirimu dan kumpulkanlah cerita-cerita indah karena nantinya ini akan memperkaya kehidupanmu sendiri.

5. Jadilah utuh.

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, penuhilah diri kamu sehingga kamu tidak mengais perhatian dan kesempurnaan tetapi membagikannnya. Jadilah wanita yang utuh, wanita yang sudah penuh dengan kepercayaan diri, wanita yang tahu nilai dirinya, wanita yang sadar kekurangannya dan memperbaiki diri terus menerus, wanita yang mau terus belajar. Wanita yang siap untuk mendampingi pria berkualitas.

Hanya sebuah goresan,
LieL

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: