Embrace Yourself

Getting back to the old you, would you?

Seberapa kangen kamu sama diri kamu yang dulu? Dimana dunia kamu terasa lebih baik pada waktu itu. Begitu banyak kenangan yang tertinggal, dan masa-masa senang yang sulit dilupakan. Bagaimana kita mudah berekspresi, seperti marah, senang, tertawa lepas, menangis kencang. Atau bebas melakukan apapun tanpa memikirkan akibatnya terlebih dahulu, seperti berlari-lari kencang, memanjat pohon, bergulingan, melempar sesuatu, berlompat-lompat karena senang.

Kepolosan demikian yang akan membuat kita selalu kangen sama masa lalu. Betapa sering juga kita berbicara tentang kehebatan-kehebatan ataupun juga kegagalan-kegagalan masa lalu. Yah, masa lalu adalah sesuatu yang  berharga bagi setiap orang. Ada yang membencinya, tapi saya tahu tidak seharusnya demikian.

Saya tidak tahu sudah berapa jauh kamu berjalan, dan apa saja kejadian yang kamu sudah alami. Saya juga tidak tahu sudah menjadi orang yang seperti apakah kamu sekarang. Tapi jika ada pilihan untuk kembali menjadi dirimu yang dahulu, maukah kamu kembali kesana?

Kembali menjadi seseorang yang mudah berekspresi, kembali menjadi seseorang yang polos, kembali menjadi seseorang yang bertindak untuk menyenangkan emosi sesaat saja, kembali menjadi seseorang yang tidak penuh dengan kecurigaan.

Merindukan diri kamu yang dulu? Saya pernah mengalaminya, dulu sering bahkan. Seringkali apa yang saya tahu menyiksa diri saya, pengendalian diri yang saya punya menghambat apa yang ingin saya ekspresikan, terlalu banyak berfikir sampai saya sulit mengungkapkan apa yang ingin saya ungkapkan. Saya ingin kepolosan kanak-kanak itu kembali, dan saya iri dengan diri saya yang dulu.

Tetapi haruskah demikian?

Mengapa masa lalu terasa manis? Karena otak manusia sudah tersistem untuk mengikis kenangan-kenangan yang tidak mengenakan. Manusia tidak suka akan sesuatu yang membuat dirinya pahit, karenanya kenangan pahit kemudian terkikis dan yang kita ingat hanyalah memori-memori yang membuat kita tersenyum.

Hal ini jugalah yang menyebabkan kamu rindu dengan diri kamu yang dulu, karena memori yang tersimpan adalah memori yang manis. Kamu lupa sifat-sifat kamu itu mungkin merugikan beberapa orang, kamu lupa ketika diri kamu yang dulu itu juga pernah menyakiti diri kamu sendiri, kamu lupa ketika kamu seringkali menyesal atas apa yang kamu lakukan di masa lalu, kamu lupa kamupun pernah marah atas diri kamu sendiri di masa lalu. Memori-memori ini terkikis, seperti hilang dalam kesadaran kamu.

Sampai kejadian yang tidak mengenakan perasaan kamu terjadi, kamupun tidak lepas dari diri kamu yang dulu. Kamu kemudian melakukan kesalahan-kesalahan yang berulang-ulang. Sebuah pattern. Kenangan pahit yang dilupakan terpendam dalam diri kamu, diri kamu yang buruk tersimpan di sudut hati kamu, ia tidak hilang. Karena kamu tidak mengambil pelajaran darinya, kamu malah berusaha membuang masa lalu kamu padahal dia tak pernah terbuang.

Kamu tidak perlu menjadi diri kamu yang dahulu, karena dengan segala pengalaman dan kenangan yang kamu miliki nilainya tidak bisa ditukar dengan benda berharga apapun. Tapi juga jangan berusaha membuangnya, ambillah pelajaran darinya. Terima dia sebagai bagian dari diri kamu, tersenyumlah atas semua kebahagiaan dan kegagalan kamu, kemudian jadilah lebih baik.

Terima dan rangkullah diri kamu. Kamu masih bisa menjadi orang yang bebas berekpresi, kamu masih bisa menjadi orang yang polos jujur dan tidak penuh kecurigaan, kamu masih bisa menjadi diri kamu yang dulu, karena dia tidak pernah lepas dari kamu. Dia hanya menjadi seseorang yang jauh lebih baik.

“Life can only be understood backwards; but it must be lived forwards.” ― Søren Kierkegaard

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: