Menerima Rasa Sakit

Pernah merasakan sakit hati? Bagian mana yang sakit? Di dada bukan? Bagian dada rasanya seperti diperas, menusuk terkadang terasa sesak dan sulit bernafas. Rasanya nggak enak banget!

Padahal secara logika, jantung tidak bisa berfikir jadi darimana rasa sakit di dada itu muncul ketika ada sesuatu yang mengganggu hati kamu? Sakit yg dirasakan itu terangsang dari otak, dengan proses yang super duper cepat menggerakkan syaraf vagus sehingga membuat dada terasa sesak.

Otak yang terganggu oleh situasi yang membuat kamu sakit hati menyebabkan syaraf-syaraf yang berkaitan tegang karena itu terkadang ada orang yang nggak cuma sesak di dada tapi sampai lututnya terasa lemas.

Fakta lainnya adalah yang menyimpan memori bukan hanya otak kamu, tapi seluruh sel dalam tubuh kamu menyimpan memori, karena itu rasa shock atau depresi bisa membuat kamu hilang kesadaran. Seluruh sel, organ tubuh dalam diri kamu bersinergi membentuk rasa sakit. Hasil yang keluar selain sakit secara fisik (sesak, lemas, tangan bergetar, pingsan, berkeringat) juga perasaan-perasaan negatif seperti perasaan yang sangat tidak nyaman, ketakutan, marah, menangis, emosional.

Rasa sakit hati ini sulit dihindari, kamu bakal susah proteksi diri kamu supaya nggak merasakan sakit, tapi yang bisa kamu lakukan adalah mencegah supaya sesak kamu itu nggak berkepanjangan atau sampe menganggu kehidupan kamu.

Cara termudah supaya rasa sakit tersebut menjadi biasa adalah membayangkan kejadian yang kamu takuti itu, kemudian  rasakan bagaimana rasa sakit itu. Agak susah kalau kamu belum terbiasa, karena manusia punya kecenderungan menolak rasa sakit.

Cara yang simple lainnya adalah ketika kamu merasakan sakit, sesak di dada kamu, rekam rasa itu, ingat-ingat rasanya sekaligus rekam kejadian yang bikin kamu sakit itu. Rasakan dalam memori kamu bagaimana sakit dan ketegangan syaraf-syaraf tersebut menganggu kamu. Katakan pada diri kamu sendiri, “I can accept this feeling and I will let this feeling go.” atau “Saya bisa menerima rasa sakit ini, dan saya akan melepaskan rasa sakit ini pergi.” Biasanya rasa sesak itu mungkin tidak hilang dalam beberapa detik, dia akan bertahan beberapa menit maupun beberapa jam, manfaatkan untuk kamu merekam rasanya. Tarik nafas panjang beberapa kali, imajinasikan rasa sakit tersebut dalam bentuk bubble yang melayang terbang kemudian tepuk bubble tersebut (trik bubble ini dari Lex dePraxis haha).

Temukan apa yang membuat kamu merasa sakit, jika kamu tahu penyebab rasa sakit kamu, tentunya akan lebih mudah buat kamu melepaskan rasa sakit tersebut dan mengurangi rasanya jika kejadian tersebut kembali terjadi.

Menolak rasa sakit bukan penyelesaian yang baik, karena kamu cuma menumpuk rasa sakit tersebut, dan dia akan mencuat suatu saat nanti. Terima rasa sakit tersebut sebagai bentuk kedewasaan emosional kamu. Menerima rasa sakit juga akan mencegah diri kamu melakukan hal-hal yang bodoh yang mungkin akan kamu sesali suatu saat nanti. Menerima rasa sakit juga akan membawa diri kamu ke hal yang positif, kamu akan lebih mudah mengenang memori yang menyakitkan kamu dengan pandangan yang positif dan kamu simpan sebagai kenangan yang tidak meyakitkan lagi.

Jangan biarkan pikiran-pikiran negatif tetap ada, naikkan kembali self-esteem kamu dengan segera, hilangkan rasa benci dalam diri kamu karena tidak ada gunanya membenci siapapun, membenci orang lain ibarat kamu minum racun tapi mengharapkan orang lain yang mati. Dan, bersabarlah..

Mari menikmati rasa sakit! (:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: