Heartbreak Science – Sains Patah Hati

Semua orang pernah ngalamin patah hati, tapi nggak semua orang belajar dari kejadian itu. Semua orang tau rasanya patah hati, tapi ga semua orang mau tau jalan keluar dari patah hati. Semua orang nggak berharap ngalamin yang namanya patah hati, tapi nggak semua orang memproteksi dirinya dengan benar.

Banyak orang yang ngalamin patah hati tidak bisa mengungkapkan atau merasionalkan apa yang terjadi dalam diri mereka. Emosi yang terkuras akan menganggu diri mereka secara fisik, karena itu orang seringkali mampu menjabarkan rasa sakit mereka daripada kebingungan dalam emosi mereka.

Rasa sakit adalah bentuk respon otak atau sel-sel tubuh terhadap gangguan emosional yang terjadi. Ketika seseorang merasa tertolak atau kehilangan terjadi perubahan tekanan aliran darah, cingulate anterior cortex yang mengatur rasa sakit fisik bekerja lebih aktif, corticotropin hormone terlepaskan sebagai respon depresi. Pada kasus ekstrim bisa terjadi penebalan arteri jantung sehingga menyebabkan gangguan pada jantung.

Secara sederhana tahapannya adalah: Mengalami patah hati > otak merespon > ginjal melepaskan hormon stress > sel-sel tubuh bereaksi > lemahnya kemampuan pompa pada jantung > sakit pada dada seperti diperas.

Dalam prosesnya kemudian tubuh akan mengalami penurunan metabolisme sehingga orang yang patah hati akan terganggu konsetrasinya. Penurunan metabolisme ini sebenarnya juga dialami oleh orang yang sedang jatuh cinta, mereka akan sulit berkonsentrasi pada saat jatuh cinta, tapi karena respon yang keluarkan adalah rasa bahagia biasanya orang tidak terlalu ambil pusing. Kehilangan konsentrasi ini menyebabkan otak ‘vakum’ atau blackout, kamu akan sulit berfikir rasional, kamu akan berusaha menyelamatkan diri kamu dengan cara-cara kamu sendiri. Itulah sebabnya banyak orang patah hati akan melewati masa-masa sinetron, mereka akan menciptakan ilusi-ilusi dalam kepala mereka, berkhayal alias drama. Kondisi ini alami karena secara biologis kamu akan terdorong untuk mengembalikan kondisi kamu menjadi bahagia kembali.

Pada masa blackout ini kamu akan mengalami siklus berikut:

– shock dan denial; kamu akan menolak situasi kamu dengan banyak denial di kepala kamu, di sini kamu tidak menerima kenyataan yang sebenarnya, kerap orang akan menciptakan dilusi-dilusi agar perasaannya terasa lebih baik.

– sakit dan perasaan bersalah; seperti yang sudah dijelaskan di atas kamu akan merasakan sakit dan sekaligus merasa bersalah dengan keadaan kamu, kamu merasa bersalah dengan apa yang kamu lakukan, kamu menyesali kejadian-kejadian yang sudah terjadi sebagai bentuk denial dari kenyataan.

– kemarahan dan bargaining (tawar menawar, negosiasi diri); reaksi ini adalah bentuk dari emosi yang nggak tersalurkan, untuk itu kamu marah akan keadaan kamu, kamu marah pada orang yang menyebabkan kamu patah hati, kamu marah pada diri kamu sendiri. Banyak pertanyaan “kenapa?”, “seandainya”, “mengapa”, “kalau aja..” di kepala kamu berputar-putar, dan sepertinya tidak ada jawaban yang bisa memuaskan pertanyaan kamu itu.

– Depresi, instopeksi dan kesepian; kamu merasa depresi dan kesepian sehingga kamu sering merefleksikan kejadian masa lalu, instropkesi diri, mencari tahu apa yang salah. Kamu ingin menyelamatkan diri kamu dari situasi ini.

– Menerima kenyataan; kamu menyadari kalau kamu patah hati dan apa yang sudah berlalu tidak dapat kembali, jika kamu sudah dapat menerima kenyataan akan lebih mudah untuk melangkah dari perasaan patah hati ini.

Banyak yang mengatakan tahap blackout ini terjadi step by step, tapi buat saya tahap ini seperti siklus yang campur aduk. Karena otak kamu sedang vakum, kamu nggak bisa berfikir rasional karena itu emosi dan perasaan kamu campur aduk. Di satu sisi kamu sudah menerima keadaan kamu, tapi kamu bisa saja tetap dengan banyak pertanyaan di kepala kamu. Di satu sisi kamu menerima kenyataan tapi ada satu waktu kamu denial sama keadaan kamu. Di satu sisi kamu instropeksi diri dan tau penyebab patah hati kamu, tapi di sisi lain kamu tetap marah dengan keadaan kamu.

Ingat secara fungsi biologis tubuh kamu masih shock terhadap kehilangan yang terjadi dalam diri kamu. Karena seluruh sel tubuh kamu menyimpan memori perasaan bahagia selama kamu dalam masa-masa fallin in love, seluruh sel tubuh kamu menyimpan memori kenangan sama mantan kamu, seluruh sel tubuh kamu menyimpan memori, rasa kebersamaan dan intimacy dengan mantan kamu. Memori ini tidak bisa hilang secara instan, karena sel tubuh harus menunggu waktu regenerasi alamiahnya agar memori-memori ini terganti dengan memori yang baru. Pada masa menunggu regenerasi inilah kamu sedang mengalami blackout di atas, organ dan memori tubuh kamu sedang menyesuaikan diri kembali, rasanya akan sangat membuat kamu tidak nyaman. (Baca: Menerima Rasa Sakit)

Ketika sel-sel tubuh kamu sudah teregenerasi, emosi-emosi negatif tersebut akan terkikis dengan alamiah, kamu akan mulai dapat berfikir dengan rasional, kamu akan melupakan kejadian-kejadian buruk kamu, dan kamu akan menerima kenyataan. Lamanya proses ini tentatif, tergantung usaha kamu menjadikan diri kamu positif. Jika kamu terus membiarkan diri kamu berlarut-larut dalam masa patah hati, jika kamu berkeras hati tidak mau melepaskan memori kamu, maka memori itu akan sulit hilang dalam setiap sel tubuh kamu karena memori itu kamu pelihara. Jika kamu bekerjasama dengan sel-sel tubuh kamu maka proses regenerasi ini bisa terjadi lebih cepat.

Setelah proses regenerasi sel ini, otak kamu perlahan-lahan akan mengikis kenangan-kenangan buruk kamu. Karena biologis manusia akan menolak rasa sakit dan menyingkirkan kenangan buruk, sehingga perlahan-lahan yang kamu ingat hanyalah kenangan-kenangan manis dan hal-hal positif yang kamu lewati. And beware this! Karena kenangan-kenangan buruk sudah terkikis kamu akan lebih gampang kangen sama orang yang bikin kamu patah hati itu, tapi sekaligus kamu juga akan takut kembali ke keadaan terpuruk kamu. Tapi karena otak kamu sudah dapat berfikir rasional seharusnya rasa kangen ini lebih mudah diatasi.

Setelah kamu melewati masa “missing you so bad“, kamu siap untuk move on. Lagi-lagi waktu di sini  tentative, ada orang yang bisa melewati masa patah hati cukup singkat karena dia benar-benar berusaha keluar dari situ, ada juga yang membutuhkan waktu yang cukup lama. Masa “missing you so bad” biasanya memakan waktu lebih lama daripada masa blackout, karena memori kamu sebagian besar adalah hal-hal yang baik dan manis.

Bagaimana caranya membantu biologis tubuh kamu supaya dapat pulih dengan lebih cepat pada masa blackout? Singkat saja, pertama kamu harus memaafkan, maafkan orang yang sudah membuat kamu patah hati, maafkan diri kamu sendiri, maafkan keadaan atau kejadian yang membuat kamu patah hati. Berilah maaf dengan sungguh-sungguh, ikhlaskan yang sudah terjadi karena bagaimanapun waktu tidak dapat diputar kembali. Jangan mencari tahu soal mantan kamu atau orang yang membuat kamu patah hati sama sekali, kamu hanya memperlambat proses move on dengan menambah memori pahit untuk diri kamu sendiri. Lakukan hal-hal positif untuk diri kamu, keluarkanlah semua emosi negatif kamu dengan cara yang tidak merugikan, misalnya dengan menuliskan semua perasaan-perasaan kamu, curhat dengan orang-orang yang kamu percaya, ingat tidak perlu kamu cerita ke sembarang orang karena bisa jadi kamu hanya memperparah keadaan. Jangan merenungi nasib kamu, keluarlah bertemu dengan orang-orang yang siap mendengarkan kamu, kamu tidak sendirian banyak orang-orang yang perduli dengan kamu. Lakukan aktivitas-aktivitas positif untuk mengembangkan diri kamu sekaligus mengalihkan perhatian kamu. Berolahraga salah satu cara yang efektif karena memperaktif hormon positif dan mempercepat regenerasi sel.

Tidak perlu menyiksa diri kamu dengan kebencian, atau mencari hal-hal negatif dari orang yang sudah membuat kamu patah hati, meskipun terkadang akan membuat kamu jauh lebih lega tapi untuk apa memusuhi seseorang? Pada keadaan seperti ini kamu akan sangat tergoda untuk membenci, perasaan ini muncul sebagai bentuk defense mechanism dari dalam diri kamu juga pengaruh lingkungan sekitar kamu. Dengan membenci kamu hanya akan merusak biologis kamu, dan ingatlah kamu tidak akan pernah tahu hari depan, mempunyai musuh tidak ada gunanya sama sekali. Ketidakcocokan hanyalah masalah kombinasi, perbedaan tujuan, dan masalah pilihan. (Baca: Kombinasi Yang Istimewa)

Penting untuk kamu memperbaiki kembali self-esteem kamu, karena pada masa patah hati citra diri kamu akan hancur, sehancur-hancurnya, kamu merasa tidak dihargai, tidak berharga, tidak penting, tidak istimewa, buruk, kurang ini kurang itu. Kembalikan kembali semua citra diri kamu, tapi tidak usah berlebihan bin lebay, yang memang sebenarnya diri kamu saja. Kamuflase citra diri hanya akan merugikan kamu, karena akan membuat kamu sendiri sulit akan mengembangkan diri untuk jadi lebih baik lagi. Bercerita pada orang yang tepat mengenai masalah kamu akan membantu kamu mengembalikan self-esteem kamu, ada juga game-game psikologis untuk mengembalikan self-esteem yang efektif.

Saya tahu proses ini berat, dan seringkali manusia malah senang dengan perasaan tidak nyaman, mereka mabuk akan rasa sakit tersebut dan tetap tinggal didalamnya. Hey, kalau kamu tidak mau menolong diri kamu sendiri dan memaksakan diri untuk keluar dari siklus patah hati, maka jangan harap ada orang lain yang bisa menolong kamu.

Saya tahu masa-masa ini tidak mudah, tapi ingatlah kalau kamu akan bahagia kembali dengan segera, bantulah diri kamu untuk segera pulih. Ketika kamu sudah dapat berfikir rasional, refleksikan kembali kejadian kamu tersebut jadikan pelajaran berharga. Yakinlah kalau kamu akan lebih hidup dari sebelumnya, lebih baik dari sebelumnya, dan lebih dewasa dari sebelumnya.

Semoga Berguna,

LieL (:

Advertisements

2 thoughts on “Heartbreak Science – Sains Patah Hati

  1. […] Ketika kamu melihat diri kamu terlalu terburu-buru untuk mengantikan mantan kamu, itu adalah tanda kamu sedang berusaha keras mengembalikan rasa berharga kamu dari orang lain. Ketika kamu berusaha keras terlihat bahagia hanya supaya mantan kamu menyesal, itu tanda kamu belum move on, kamu hanya mencover diri kamu seolah sudah move on. Kita kamu berusaha keras untuk mencari identitas diri yang hilang lewat orang lain atau citra diri yang lain, itu tandanya kamu belum sepenuhnya sembuh benar. Rasa berharga tidak bisa kamu bangun dari orang lain, bahagia dengan upaya balas dendam hanya sikap kekanak-kanakan dan identitas diri yang hilang  bukan dicari dari orang lain. Pertanyaannya adalah, “why you hurry so much?” kenapa terburu-buru? coba dipikirkan sendiri. Namun hal ini memang dapat dimaklumkan mengingat otak kamu lagi konslet. (Baca: Heartbreak Science) […]

  2. No name says:

    Jd, gmn carany kluar dr patah hati yg dbuat oleh suami? Gmn cara ny ngelupakan rs jijik yg uda dciptakn oleh suami yg brusaha mmperkosa adik2ku sndr?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: