Hanya Ketika

Hanya ketika rembulan menampakan sinar sendunya, saat itulah kau memikirkan akan apa yang telah kau punya.

Hanya ketika langit mulai gelap mencekam, saat itulah kau mempertanyakan arti dari segala gemerlap yang kau rekam.

Hanya ketika bintang-bintang menari bergandengan, saat itulah kau menangis dalam kesunyian.

Hanya ketika keheningan mulai merasuki, saat itulah permainanmu kau kutuki.

Hanya ketika lampu-lampu telah memudar, saat itulah penyesalan yang t’lah lalu kembali berpijar.

Hanya ketika kesendirian datang, saat itulah arti keangkuhan diri kembali menantang.

Hanya ketika domba-domba tidak habis dalam hitungan, saat itulah kau mencari masa depan dalam angan.

Hanya ketika kehidupan terang mulai berhenti, saat itulah kau mengingat seseorang yang akan selalu mengerti.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: