Rebound Relationship

Menyembuhkan luka hati bukan hal yang instant, seperti yang pernah dibahas sebelumnya kalau secara biologis tubuh manusia memerlukan waktu untuk ‘menyembuhkan’ dan menyesuaikan diri dengan keadaan yang baru. Hal instant yang sering dilakukan orang yang patah hati untuk segera memulihkan diri adalah me-‘replace‘ memori yang dia punya dengan memori yang baru, tujuannya sederhana, agar rasa sakit perlahan bisa dilupakan dan teralihkan. Replace memori bisa secara sadar dilakukan pada proses move on, tetapi bisa juga dilakukan dengan tidak sadar; karena otak sedang dalam keadaan panik jadi manusia cenderung terstimulasi secara insting untuk menyelamatkan dirinya sendiri.

Usaha replace memori yang paling sering dilakukan adalah Rebound Relationship, untuk menyembuhkan luka hati biasanya secara otomatis kita akan berfikir untuk segera mencari penganti dari mantan dengan harapan mengantikan kebahagiaan yang hilang tersebut. Pada saat patah hati rasa kompetitif, amarah, kesedihan, sayang, belum menerima, merasa tertolak, kesepian terus menerus menganggu pikiran dan emosi, pada intinya kita merasa tidak berharga dan secara insting manusia akan berfikir membutuhkan cinta yang lain untuk mengembalikan rasa berharga tersebut.

Ketika kamu melihat diri kamu terlalu terburu-buru untuk mengantikan mantan kamu, itu adalah tanda kamu sedang berusaha keras mengembalikan rasa berharga kamu dari orang lain. Ketika kamu berusaha keras terlihat bahagia hanya supaya mantan kamu menyesal, itu tanda kamu belum move on, kamu hanya mencover diri kamu seolah sudah move on. Kita kamu berusaha keras untuk mencari identitas diri yang hilang lewat orang lain atau citra diri yang lain, itu tandanya kamu belum sepenuhnya sembuh benar. Rasa berharga tidak bisa kamu bangun dari orang lain, bahagia dengan upaya balas dendam hanya sikap kekanak-kanakan dan identitas diri yang hilang  bukan dicari dari orang lain. Pertanyaannya adalah, “why you hurry so much?” kenapa terburu-buru? coba dipikirkan sendiri. Namun hal ini memang dapat dimaklumkan mengingat otak kamu lagi konslet. (Baca: Heartbreak Science)

Ketika kamu menaruh rasa berharga kamu pada orang lain, maka kamu akan bergantung dengan orang lain. Kamu akan terus mencari pijakan untuk kamu berdiri gagah atau dengan pose cantik di atas mereka. Ketika mereka tidak ada, kamu akan terus mencari orang untuk kamu pijak. Dari merekalah kamu merasa keren dan berharga, membangun rasa berharga yang semu, karena itu kamu akan tetap haus akan pengakuan diri, kamu kecanduan, dan terus menerus harus diasup ketika kasiat ‘obat’nya sudah berkurang.

Dalam rebound relationship, secara tidak sadar kamu akan mencari penganti yang memiliki karakter atau fisik yang berbeda dari mantan kamu, karena dalam otak kamu menyimpan perasaan gagal terhadap ‘karakter’ yang lalu secara instant kamu akan mencari seseorang yang berlawanan, dengan harapan semu kamu akan memiliki hubungan yang lebih baik dengan karakter yang berbeda ini. Rebound relationship juga akan membuat kamu lebih mengebu-gebu seolah-olah cerita cinta ini jauh lebih indah daripada kisah kamu yang lalu, penyebabnya sederhana, karena kamu dalam keadaan terluka dan kamu mendapatkan kebahagiaan dari luka kamu itu, perasaanya naik 2x lipat, membuat kamu ter-delusi kalau kamu jauh lebih bahagia.

Mengapa rebound relationship sebaiknya dihindari, karena kamu dalam keadaan luka. Kamu tidak secara sehat memulai suatu hubungan, otak kamu sedang tidak berfikir jernih. Umumnya rebound relationship tidak berlangsung lama, karena hubungan yang kamu jalani hanyalah suatu hubungan untuk melewati masa-masa terluka kamu, begitu kamu pulih, rebound relationship akan berakhir dengan sendirinya. Jika (rebound) relationship ini berakhir dalam kondisi kamu belum pulih kemungkinan kamu akan merasa lebih gagal lagi, kamu akan merasa jauh lebih kehilangan dan jauh lebih kesepian, kenapa? Karena luka terdahulu belum sembuh, menumpuk jadi semua pada 1 moment. Melakukan rebound relationship juga menambahkan luka pada pasangan rebound kamu, kamu belum siap untuk masalah ‘baru’ dengan orang yang berbeda.

Ingat, kamu bisa saja memaksa diri kamu sembuh, tetapi secara subconscious otak kamu tahu benar kamu belum sembuh, kamu hanya mengulang pattern yang sama dan menutup luka yang belum mengering  tersebut. (baca: Subsconcious Healing)

Jika kamu ingin mengawali suatu hubungan yang baru, pulihkan diri kamu terlebih dahulu, beri diri kamu waktu melewati masa-masa pahit kamu, dan tunggu pemulihan biologis tubuh kamu. Even seorang jenius-pun nggak bisa melawan alam, kondisi patah hati ini butuh waktu tidak ada cara instant seperti masa indomie. Perbaiki diri kamu supaya tidak mengulang kegagalan yang sama, alihkan dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan kamu dan bersenang-senanglah dengan cara yang positif. Jika kamu nggak bisa ‘stay single’ dan menjadi gelas yang penuh, hubungan yang kamu miliki selanjutnya hanyalah hubungan tarik menarik kebutuhan, bukan saling memberi kebahagiaan dan berbagi.

Dont fake it, cause you’ll never make it in this case.

Advertisements

One thought on “Rebound Relationship

  1. Muhadzib Mashur says:

    hmm, ada benernya jugaa :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: