Alkisah Babi & Lumpur

Babi kecil tinggal dalam kandang bermandikan lumpur, hidup dikelilingi pagar menjagai kawanan babi dan si babi kecil.

Dengan langit-langit usang hanya memberikan secercah lubang untuk dilewati sinar. Ketika hari mulai gelap sinar tersebut tertelan kegelapan meniupkan dingin yang menusuk sampai nadi-nadi.

Kami hidup di sini, makan di sini, bermain di sini. Hidup bermandikan lumpur, disinilah seharusnya kami berada. Di sini kami terlindungi, di sini kami aman.

Babi kecil senang berenang dan menenggelamkan diri pada lumpur, seperti selayaknya babi-babi lainnya. Hari berlalu seperti yang seharusnya.

Tapi sinar itu, yah sinar itu.. Darimanakah sinar itu, begitu menghangatkan hati. “Apakah memang hidup harus seperti ini?” Babi kecil bertanya, dan selalu bertanya.

Babi kecil bertanya pada babi lainnya, “Tak usahlah kau berfikir macam2, di sini kita sudah terjaga dan terlindungi. Di sinilah babi hidup.”

“Hey, kita ini babi, beginilah seharusnya kita hidup. Memangnya kau mengharapkan apa?!”

“Mengapa pikiranmu seperti setan?! Kamu ini babi, hiduplah sebagaimana babi hidup.”

“Kamu perusak, jangan kamu menghasut babi-babi lainnya. Diamlah dan hiduplah seperti kamu itu babi, karena kamu memang babi yang sudah dipilih menjadi babi!” Ini kata-kata tua-tua Babi yang dihormati.

Babi kecil terdiam dan merasa sendirian, mengapa tidak ada satupun yang mengerti maksudnya? Tanyanya dalam hati.

Sebagaimanapun diredam pertanyaan ini tetap bersembunyi di hati. Cercah sinar itu, seperti memanggil dan menunggunya di luar kandang.

“Hidup cuma sekali, jika aku tidak mencoba keluar dari sini, aku tidak akan pernah tahu dan hatiku mati tidak tenang.” Guman babi kecil.

Babi kecil memutuskan untuk pergi, “Aku ingin hidup.”

“Sudahlah, mengapa kamu begitu keras, kita sudah bahagia seperti ini, inilah anugrah untuk para babi.”

“Hey, kamu babi pemberontak, terimalah kalau dirimu babi. Pergilah sana, dan matilah kau di luar sana!”

“Kamu akan menyesal dengan tingkah angkuhmu, karena berkat lumpur ini hanya ada di sini!”

Begitulah hujatan mereka, membuat hati babi kecil semakin teguh untuk melihat dunia di luar kandang.

Sakit, ini sakit.. Mencoba keluar dari kandang ini menyakitkan. Perih menusuk sekujur kulit, lelah menghantui.. Hanya keberanian yang membuatnya lalu.

Melewati pagar dan berjalan tertatih, perjalanan ini menyakitkan.

Babi kecil menelusuri dunia yang tidak pernah dilihatnya, makanan yang tidak pernah dikecap, air bersih yang tidak pernah diteguknya.

Dan sinar itu, yah sinar itu.. melingkupi seluruh alam raya, jagat raya dengan langit yang luas.. Sinar itu, dia disana.

Ketika gelap tiba langit indah dihiasi bintang-bintang, terkadang bintang bersembunyi dibalik awan. Gelap itu tak pernah seindah ini.

Sakitnya terbayarkan, lelahnya terhapuskan.

Babi kecil bahagia, seperti ia menemukan rahasia semesta. Dia berlari menuju kandangnya.

Kandang yang sekian lama tak dijumpainya terlihat begitu sempit, begitu kotor dan begitu bau.

“Hai kalian keluarlah dari sana! Kalian tidak layak berada di sana, aku melihat dunia luar begitu indah, kalian pasti suka!”

“Bicara apa kamu, lihatlah tubuh kamu penuh bekas luka, kamu kira kami akan percaya?!”

“Hey kamu penghasut, kamu tahu disini seharusnya kamu hidup, makan dan bermain. Kembalilah.”

“Hey kalian seharusnya keluar, ini kandang kotor, menjijikan, dan lumpur itu begitu mengotori kalian semua..” Kata babi kecil.

Kawanan babi tidak melihat kandang dan lumpur tersebut membuat mereka kotor, disanalah seharusnya babi hidup. Kandang ini rumah dan tempat perlindungan. Di kandang ini ada rasa aman.

Babi kecil tidak akan pernah kembali, semesta tidak menjanjikan perlindungan dan jalan ini tidak akan pernah aman. Alam raya menanti untuk diselami. Bintang-bintang menari di malam hari.

Persimpangan adalah sahabatnya, keberanian adalah kekuatannya, senyuman adalah hiasan hatinya.

Dan diri ini tidak akan pernah menyesal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: