Ilusi Kesadaran

What if your consciousness are not conscious at all?

Manusia selalu merasa punya kontrol atas dirinya sendiri, memiliki kesadaran dan menganggap diri mahluk yang berbeda dari binatang. Bagaimana jika kontrol dan kesadaran tersebut tidak nyata? Beberapa kepercayaan mengagungkan kesadaran sebagai point utama dalam diri mereka sebagai manusia, sekaligus untuk merasa diri lebih sadar dari orang lain. Kesadaran mengacu pada kondisi sadar, dimana kita mengingat, menyadari keberadaan diri sendiri dan lingkungan sekitar, mengontrol diri sepenuhnya. Dalam beberapa kepercayaan bahkan mengukur membagi tingkat kesadaran dalam level yang berbeda-beda. Semakin tinggi tingkat kesadaran seseorang maka semakin mulia atau semakin bijaklah dia. Pada akhirnya ini semua kembali sebagai alat pemuasan diri manusia untuk merasa berbeda, dan kesadaran ini kembali menjadi obyek yang memuakan.

Dalam beberapa studi mengenai apa yang disebut kesadaran, beberapa ahli berpendapat kalau kesadaran hanyalah ilusi manusia belaka, kesadaran yang diagungkan bukanlah kontrol diri manusia, melainkan fragment imajiner dari visualisasi subyektif seseorang. Richard Dawkins terang-terangan mengatakan “consciousness is an illusions” dalam bukunya God’s Delusion. Susan Blackmore seorang psikologis menuliskan dalam artikenya berjudul “The Grand Illusion of Consciousness” yang dipublish oleh Skeptics Society mengatakan:

Different strands of research on the senses over the past decade suggest that the brave cognitive scientists, psychologists and neuroscientists who dare to tackle the problem of consciousness are chasing after the wrong thing. If consciousness seems to be a continuous stream of rich and detailed sights, sounds, feelings and thoughts, then I suggest this is the illusion.

First we must be clear what is meant by the term “illusion”. To say that consciousness is an illusion is not to say that it doesn’t exist, but that it is not what it seems to be―more like a mirage or a visual illusion. And if consciousness is not what it seems, no wonder it’s proving such a mystery. (The Grand Illusion: Why consciousness exists only when you look for it)

Apa yang dikatakan sebagai kesadaran hanya berdasarkan subjektifitas pribadi. Sebagian besar dari proses yang terjadi pada otak manusia bukanlah bentuk kesadaran. Melainkan proses dari otak manusia yang menciptakan ilusi kesadaran. Bagaimana manusia membanggakan kesadaran jika kesadaran itu hanyalah tipuan otak. Who’s really in control? You or your brain?

Referensi untuk dibaca lainnya:

– Daniel Dannett di Ted: http://www.ted.com/talks/dan_dennett_on_our_consciousness.html

– The brain… it makes you think. Doesn’t it? http://old.richarddawkins.net/articles/554-the-mystery-of-consciousness

—————————————

if you were to read a cardiology book to learn how your heart pumps, would you feel less alive and more despondently mechanical? I wouldn’t. Understanding the details of our own biological processes does not diminish the awe, it enhances it. Like flowers, brains are more beautiful when you can glimpse the vast, intricate, exotic mechanisms behind them. – David Eagleman

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: