Menyengapkan Rindu

And my eyes are screaming for the sight of you
And tonight I’m dreaming of all the things that we’ve been through
And I can’t hold on to you, so I guess I feel lonely too

………………………………..

Bagaimanakah menyengapkan rasa rindu jika ia selalu terjaga dan tak pernah tertidur ataupun pergi meninggalkanku? Aku menyembunyikannya dibalik kegelapan malam hingga dinding-dinding di ruangan ini bertanya-tanya, namun dia tetap di sana. Aku membagikannya kepada langit dan kepada semesta, segenggam demi segenggam berharap perlahan kemudian dia menghilang, namun dia tetap di sana. Aku mengacuhkannya dengan tawa, cerita dan senyuman, agar dia kemudian kesepian dan pergi meninggalkan aku, namun dia tetap ada di sana. Aku memberikannya air mata dan melepaskan genggaman tangan ini agar dia pergi, namun dia tetap ada dan diam di sana.

Adakah curahan yang belum engkau utarakan, pelukan yang  belum engkau sampaikan, kehangatan yang belum engkau rengkuh? Adakah matamu berteriak, tubuhmu meringis kedinginan, setiap sel tubuhmu bergejolak mencari bayangan yang tidak pernah kau temukan?

Rindu, mengapa engkau tetap diam di sana, duduk sendiri di sudut kegelapan hati ini dan enggan untuk pergi?

Setiap hari, aku hanya mampu memelukmu dan berbisik agar dirimu dapat bertahan satu hari lagi, menunggu waktu dan menunggu setiap keping hati ini membentuk dirinya yang baru, sehingga engkau bisa perlahan menghilang dan terbebas pergi. Di masa itu akulah yang akan merindukanmu dan mencari dirimu yang sudah menghilang tanpa mengucapkan selamat tinggal.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: