Dear Sahabat

tumblr_m973axEyKr1rezesro1_500

 

Dear Sahabat, lama tak berjumpa. Entah sudah berapa lama aku tidak menyapamu, begitupun engkau. Sepertinya kebisuan telah menjadi sahabat barumu, dia membuat dirimu lebih nyaman bersamanya daripada segala kepalsuan di dunia ini, aku mengerti. Aku membaca surat terakhir darimu, bukan untuk aku, aku tahu. Tulisan ini untuk dirimu yang tertidur nyaman bersama dengan kesendirian, aku berharap engkau tahu kalau engkau tidak sendiri.

Dear Sahabat, hati ini seperti dicengkram oleh kepahitan ketika aku membaca isi hatimu yang tidak pernah tertuliskan itu. Hatimu berteriak untuk ketidakadilan di dunia ini, menangis untuk pertanyaan yang sepertinya tidak pernah membuka jawaban untukmu, hampa untuk kekosongan yang tidak pernah engkau mengerti, dan tergores untuk hitam putih dunia yang tidak pernah mengulurkan tangannya untukmu.

Engkau seringkali bertanya pada kegelapan malam, “mengapa aku berbeda”, dan malam pun hanya terdiam. Engkau mengucapkan selamat tinggal untuk semua hal yang tidak engkau mengerti, meninggalkan semua puing-puing yang telah engkau bangun untuk kembali membangun puing-puing di atas luka hati yang sama, bergulir untuk bangkit dan kemudian hanya untuk terjatuh lagi. Engkau berenang di lautan sepi dan sendiri, mencari seseorang namun tidak ada seorangpun di sana sampai engkau beteriak dan menangis keras tetapi tetap tidak ada yang mendengarmu, bahkan sepertinya lautan pun meninggalkanmu sendirian.

Engkau berfikir lirih bagaimana jika engkau adalah orang lain dan orang lain adalah engkau. Bagaimana jika orang lain mengenakan hati yang kau punya, hidup dengan luka yang kau rasakan, menangis dengan perih yang kau pekik, dan berjalan dengan kepalsuan yang engkau kenakan.

Pilu, suaramu yang tidak terdengar itu terasa sangat dingin sampai menyengat dan membuatku bergidik sedih. Pusat dari galaksi bima sakti ini membenamkan dirinya, dia pun terdiam meninggalkan senyum semu kemerahan.

Aku ingin memelukmu dan berharap dapat mengatakan kalau semuanya akan baik-baik saja. Aku ingin melihat hatimu kembali tersenyum, tetapi aku tak mampu mengatakannya karena aku tahu itu hanya hiburan klise untukmu.

 

Dear Sahabat, “you’re doing great, please stay survive.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: