Fragment

Kosong…

Sudah beberapa hari aku terdiam, hanya menatap ruangan kosong tanpa warna warni potongan kenangan. Kosong…

Sudah berapa lama aku di sini, aku bahkan mungkin sudah tidak ingat lagi. Di sini yang aku lihat hanya kekosongan, terkadang pandangan ini buram, samar oleh bayangan gumpalan fragment-fragment dari proses lakrimasi dan aku hanya perlu memejamkan mata ini sebentar agar aku dapat melihat jelas kembali kekosongan yang ada dihadapanku.

Aku ingin mengisi kekosongan ini dengan luapan kemarahan, merasakan kembali emosi yang tertahan oleh superego sedemikian teredam hingga hanya dapat dirasakan oleh tangan dan kaki ini yang tak kasat bergetar. Aku ingin mengisi kekosongan ini dengan ketakutan, melihat kaki ini bergerak pergi menjauh, tanpa arah dan membiarkannya bertanya pada bayangan semu tak berjawab. Aku ingin mengisi kekosongan ini dengan torehan tulisan, agar semua orang dapat mengerti tanpa membenci, agar semua orang tahu dan melepaskan tangannya untuk aku.

Aku ingin mengingat semua luka dan air mata yang terjatuh di perjalanan kekosongan ini agar aku tidak pernah lagi memikirkan untuk kembali.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: