Hai, Apa Kabarmu?

20140308-233531.jpg

I guess it’s gonna have to hurt,
I guess I’m gonna have to cry.
And let go of some things I’ve loved,
To get to the other side.
I guess it’s gonna break me down,
Like falling when you try to fly.
It’s sad, but sometimes moving on with the rest of your life…

Starts with goodbye.

One of the most painful goodbyes is,
When you know that the next time you meet,
The hello wont be the same.

…………….

Tetes-tetes air mulai berjatuhan dari udara, nampaknya ia sudah tidak kuat menahan beban yang harus dibawanya, hembusan angin kencang membawanya ke permukaan kerak bumi dan tanpa basa-basi membasahi diriku. Sekejap pemandangan di bawah langit pun berubah, terkadang ia seperti memberikanmu hidup, memberikanmu aroma alam yang hanya sesaat saja dapat kamu nikmati, memberikanmu perasaan teduh dan siratannya berkata kalau ia ada bukan untuk menyusahkanmu melainkan hanya petanda dari hadirat alam. Terkadang ia juga mampu menenggelamkan sisi-sisi emosi di dalam dirimu, membuatnya menjadi kelabu, membuatmu merasa terpisah dari dunia, jauh, jauh.. dan sendiri.

Hai, apa kabarmu?

Apakah hari-harimu kini lebih baik? Apakah senyum sudah kembali dibibirmu dan dia dapat membuatmu tertawa kembali? Aku berharap kamu sudah bisa lebih bahagia di hari ini, dimana hari-hari sudah bukan lagi menjadi musuhmu dan kamu sudah dapat melewati setiap harinya tanpa menghitung pergantian waktu yang terus berputar. Aku berharap semangatmu sudah kembali hari ini, karena di hari ini kamu sudah dapat melewati hari-hari tanpa ada pilihan yang membebanimu. Aku berharap airmata sudah tidak lagi mengalir membasahi wajahmu, karena kamu sudah dapat hidup sebagaimana yang kamu inginkan. Aku berharap bayang-bayang diriku sudah tidak menghantuimu kemana pun dirimu pergi lagi, walaupun aku juga berharap agar aku tidak kamu lupakan. Aku berharap waktu-waktu malam sudah tidak lagi menganggumu dan kamu sudah dapat menghampiri mimpi tanpa kegelisahan di setiap lelap malammu sebelum mentari melangkah dengan senyumnya dari belahan timur. Telah lewat 30 hari perputaran waktu terbit dan tenggelam, dan perjalanan ini membawa dirimu semakin menjauh, sudahkah aku hilang dari radarmu, hai apa kabarmu?

Di akhir hari yang sudah terlalui yang kuingat adalah wajahmu yang terlihat lelah, perjuangan mungkin telah mengerogoti raut bahagianya menyisakan air wajah yang redup redam. Aku berharap wajah itu sudah tidak ada lagi, tergantikan oleh senyum kebebasan dan pelukan-pelukan hangat yang sempat tidak ada karena.. aku, karena kehadiranku.

Terkadang pikiran ini takut, takut jika aku tidak akan lebih bahagia daripadamu nanti dan harga diriku mulai mengharapkanmu hidup dengan duri dalam hatimu sampai dirimu menjadi abu. Pikiran ini juga takut, takut jika bertemu dan melihat dirimu bahagia merangkul kebebasanmu, bahagia tanpa aku, sehingga tubuh ini mulai berlari kencang untuk menjadi lebih bahagia. Aku tahu, ketakutanku hanyalah penghalang bagi kakiku untuk melangkah jauh, dan ketidakbahagiaanmu hanya akan membuat hati ini meronta tak rela untuk pergi. Sehingga aku melepaskan dan merelakannya untuk pergi, membiarkannya terbang mendekati langit, menukarnya dengan tetesan hujan yang berjatuhan dan berharap untuk melihatmu bahagia agar aku bisa pergi dengan senyum kelegaan.

Jagalah dirimu baik-baik, agar ia jangan kembali digerogoti oleh parasit-parasit tubuh sehingga menyusahkan kamu di usia senjamu nanti. Banyak-banyaklah tertawa agar membuatmu lupa untuk mengikiskan kedua gigimu. Jangan lupakan rambutmu yang sudah mulai menua. Apakah kamu sudah membersihkan kotoran ditelingamu hari ini?

Jagalah dirimu baik-baik, apa yang kamu makan, apa yang kamu minum, apa yang kamu lakukan. Karena aku masih ingin melihatmu di lima atau sepuluh tahun mendatang, melihatmu bahagia. Jika mungkin.. Jika garis perjalanan kita masih bersinggungan.

Aku dan kamu pernah tertawa bersama, saling berbagi kebahagiaan bersama, saling belajar bersama, saling mengisi hari-hari bersama, berbagi cerita, berbagi pengertian, berbagi tangis, saling berpelukan, saling menyakiti, menyerah, dan mengucapkan selamat tinggal.

Maafkan aku yang sudah sedikit melupakanmu di hari-hari ini.

Hai, apa kabarmu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: